Rabu, 28 September 2011

Roller Coaster

"Kadang dia bawa kita ke atas, namun suatu saat dia juga akan bawa kita ke bawah"

Buat temen2 pasti udah ga asing lagi sama yang satu ini...yap roller coaster. Roller coaster atau kalo dalam bahasa Indonesia apa ya, hmm...jet coaster...eh sama juga itu mah Inggris2 juga, hmm... yaa apapun itu, itu pasti jadi salah satu permainan yang menyenangkan buat kita. Tiap kita berkunjung ke tempat wisata seperti Dufan, pasti wahana yang satu ini ga bakal kita lewatin. Mau itu antrenya sepanjang jalan kenangan...ehh bukan, sepanjang ular melingkar-lingkar di atas pagar...eh emang belajar ngomong "r", kita pasti bakal bela2in buat nunggu wahana yang satu ini.

Yap wahana ini merupakan salah satu wahana yang wajib buat dicoba. Buat yang udah pernah naik pasti tau rasanya naik itu gimana. Pasti ada yang bilang seru, takut, bikin merinding, jantung berasa ketinggalan, atau bahkan ada yang bilang itu ga ada apa2nya ckck. Semua perasaan langsung bercampur aduk jadi satu pas kita naikin wahana ini.

Gue tertarik buat ngamatin apa yang terjadi sama sebuah roller coaster. Yaa pasti diantara kalian udah pernah tau kaya gimana. Tapi yang mau gue sampein adalah gimana roller coaster itu bisa menjadi sebuah primadona diantara wahana2 lain, yang kalo dihubungkan ke dalam kehidupan nyata itu bisa aja terjadi.

Oke pertama, apa yang membuat roller coaster menjadi begitu menarik? Menurut gue roller coaster itu merupakan wahana yang unik karena menggunakan rel untuk landasannya berjalan. Rel yang ga pernah dibuat ada ujungnya dan ada pangkalnya, alias semuanya menyatu, ga terpisah. Rel ini sebagai landasan berjalannya roller coaster bisa diibaratkan Tuhan yang menjadi landasan setiap manusia untuk menjalani kehidupan.

Ga akan mungkin Tuhan meninggalkan kita barang sebentar saja. Tuhan selalu ada untuk memberkati dan menyertai kita setiap saat. Namun terkadang manusia tidak menyadari atau bahkan melupakan keberadaan Tuhan.

Kemudian ada juga badan roller coaster yang panjang. Mengapa badan roller coaster dibuat panjang, kenapa ga pendek aja? Menurut gue itu berguna untuk menampung banyak pengunjung. Sama halnya dalam kehidupan kita, kita diberi Tuhan seperti apa adanya diri kita masing2, ada kelebihan dan ada kekurangan. Tuhan mau agar kita dalam kehidupan kita bisa menjadi badan roller coaster yang bisa menampung sejumlah banyak orang, Tuhan mau agar kita bisa menjadi berkat buat banyak orang di sekitar kita.

Namun kadang kita sendiri yang memotong2 badan roller coaster, akibatnya orang2 yang tertampung tidak banyak atau bahkan sedikit. Kita menyalurkan berkatnya hanya sedikit, pilih2, atau bahkan tidak menyalurkan berkat itu sama sekali.

Kemudian kita perhatikan jalannya roller coaster tersebut. Naik, turun, jungkir balik, belok kanan, belok kiri. Semua orang yang naik roller coaster dibuat berteriak, ketakutan, merasakan adrenalin yang luar biasa. Dalam kehidupan kita, banyak hal yang kita lalui. Ada senang, sedih, tawa, tangis. Semua mewarnai kehidupan kita. Dan dengan semua hal yang kita lalui, kita diajak untuk selalu sabar dan bersyukur dalam menjalani hari2 kita.

Yap itu dia semua hal yang gue pikir kenapa roller coaster begitu diminati, karena roller coaster begitu mirip dengan kehidupan nyata kita sebagai manusia.

Dan gue sebagai manusia biasa, merasakan hal itu. Kadang gue dibawa ke tempat tinggi, tempat dimana gue bisa merasakan indahnya kehidupan. Kehidupan terasa begitu sempurna. Namun gue juga dibawa jungkir balik, meluncur ke bawah, melewati belokan tajam sehingga gue terpental. Saat2 yang ga gue harepin. Saat2 dimana gue pengen teriak sekencang2nya. Saat2 gue pengen ubah semua hal buruk gue yang selama ini gue lakuin, biar gue bisa ada di tempat tinggi itu lagi.

Kalo boleh gue minta, gue pengen ke tempat tinggi itu lagi dan gue ga pengen turun2 lagi. Gue pengen selamanya gue disitu untuk menikmati saat2 bahagia gue bersamanya dan bersamaNya. :)

Tidak ada komentar: