Beberapa waktu yang lalu suatu peristiwa besar terjadi dalam kehidupan gue. Peristiwa ini sangat2 memukul gue. Gue berasa nyesek banget. Bahkan sampe sekarang pun gue masih belum bisa ngelupain hal itu. Beberapa teman datang silih berganti, mencoba buat ngehibur gue. Ada yang ngasih pandangan mereka tentang gue, ada yang 'ngebela' gue, bahkan ada yang kasih rekomendasi buat gue haha :D My big thanks to them!! Gue coba buat bisa nerima hal itu, walaupun sulit....
Di saat2 seperti ini, gue kalut. Gue kehilangan arah. Bingung. Putus asa. Kayanya semua yang jelek2, gue rasain sekarang ini hehe. Tapi dari pengalaman itu gue belajar banyak. Salah satunya adalah bagaimana kita menomersatukan Sang Pencipta di atas segalanya. Semua hal yang terjadi di dalam kehidupan kita, itu tidak pernah luput dari perhatian-Nya.
By the way, gue kayanya serius banget yak? haha. Ya habisnya mau gimana lagi, bahasan yang mau gue angkat kali ini cukup serius. Karena ini cukup membuat gue terhenyak (halah, maksudnya apaan yak?)
Well gue mau ngebagiin suatu perenungan tentang "dimana kedamaian itu berada". Karena belakangan ini gue ngalamin saat2 dimana gue merasa dalam keadaan 'tidak damai'.
Pas hari minggu kemaren, gue layaknya orang yang beragama, pergi ke gereja. Di gereja gue ikut yang ibadah pemudanya, dan kebetulan gue salah satu pengurusnya huehue B) Disitu gue tertarik sama suatu cerita yang disampaikan oleh pembawa firmannya, yang ngebahas tentang damai.
Nih kurang lebih kaya gini ceritanya....
"Suatu hari ada lomba melukis yang diadakan di sebuah desa. Perlombaan melukis itu mengharuskan semua peserta melukis sesuai dengan tema yang diberikan panitia. Temanya adalah damai. Para peserta mulai memikirkan gambar apa yang kira2 cocok dengan temanya. Kemudian para peserta mulai melukis. Sekitar 2 jam kemudian, para peserta selesai melukis. Hasilnya mereka serahkan kepada para juri untuk dinilai. Gambar yang mereka hasilkan cukup bagus dan sesuai dengan tema. Ada yang melukis pemandangan sawah pagi hari dengan gambar burung2 yang berkicauan. Ada juga yang menggambar keteduhan malam hari dengan jangkrik2 yang saling bersahut-sahutan. Semua gambar bagus2. Tetapi ada 1 lukisan yang cukup unik. Jika biasanya damai diidentikkan dengan sesuatu yang tenang, teduh, mengalir pelan, namun tidak untuk lukisan yang satu ini. Lukisan ini bergambar ombak besar yang menggulung2. Juga terdapat kapal yang hampir karam karena ombak tersebut. Sungguh jauh dari kesan damai. Yang ada hanya kegaduhan, berisik, tidak tenang, dsb. Panitia kebingungan dengan gambar lukisan tersebut, karena tidak terlihat adanya damai. Namun setelah dilihat lebih jauh, ternyata ada sebuah pohon. Di dahan pohon tersebut ada sebuah sarang burung. Disitu terdapat anak2 burung yang terlihat ketakutan karena situasi ombak di luar yang begitu dahsyat. Namun disitu juga terdapat seekor induk burung yang mengembangkan sayapnya dan berusaha untuk melindungi dan juga menenangkan anak2nya. Ternyata sang pelukis ingin menggambarkan sisi lain dari kedamaian. Dan akhirnya, lukisan tersebut pun menjadi juara 1."
Pertama kali denger cerita itu gue langsung terdiam seribu bahasa (sok! hehe). Gue nyoba buat ngerenungin hal itu. Menurut gue cerita itu sangat bagus karena kita diajak untuk melihat dari sisi yang berbeda tentang kedamaian itu sendiri. Mungkin selama ini kita bisa melihat kedamaian jika keadaan di sekitar kita baik2 aja. Kita terbiasa melihat sesuatu dari dalam kehidupan kita. Kita susah buat ngeliat kedamaian jika keadaan di sekitar kita tidak dalam kondisi yang cukup baik. Maka kita dengan mudah mengatakan bahwa kita tidak dalam kondisi yang damai.
Kita tidak melihat sesuatu dari luar pandangan umum. Kita terbiasa melihat sesuatu yang ada di hadapan kita. Padahal jika kita bisa melihat lebih jauh, kita bisa menemukan kedamaian itu. Seperti yang digambarkan dalam lukisan tersebut. Sebuah keluarga burung yang saling menguatkan satu sama lain. Memberi perhatian satu sama lain, saling melindungi, memberi support untuk tetap kuat menghadapi masalah2 kehidupan.
Bukankah keluarga burung itu menggambarkan kedamaian yang sebenarnya? Kedamaian ada di dalam keluarga kita, bersama orang2 terdekat kita, bersama dengan orang2 terkasih kita. Di saat kita mendapat masalah kehidupan, jangan langsung memvonis bahwa kedamaian tidak ada di dalam kita. Kita belajar untuk mensyukuri yang terjadi di dalam kehidupan kita. Kita harus yakini bahwa dibalik setiap permasalahan yang Tuhan berikan kepada kita, pasti itu ada maksudnya. Pasti ada rencana Tuhan yang indah yang Tuhan siapkan buat kita. Walaupun kita merasa kehilangan, merasa tidak mampu menghadapi semua ini, ingatlah bahwa damai sejahtera Tuhan tetap ada di dalam kehidupan kita. Bersyukurlah. Serahkan semuanya pada Tuhan. Ingat bahwa rancangan Tuhan bukan rancangan kecelakaan, melainkan rancangan damai sejahtera :)
Dan gue belajar untuk mensyukuri apa yang terjadi, berserah kepada Tuhan, dan berharap yang terbaik yang akan terjadi di dalam kehidupan gue.
God bless you all :)