"Suatu kali aku pergi ke suatu tempat yang aku sendiri belum pernah ke situ. Karena belum pernah ke tempat itu aku bingung, ga tau harus ngapain. Aku juga ga tau kenapa bisa sampai ke tempat ini.
Aku berjalan tak tau arah. Sampe akhirnya aku menemukan sebuah rumah. Rumahnya sangat besar seperti istana kerajaan. Ada banyak pintu masuk ke dalam rumah itu. Aku pun melangkahkan kakiku mencoba untuk masuk ke dalam halaman rumah itu. Aku coba lihat sekitar, namun ga ada orang. Lalu aku mulai mendekati salah satu pintu dan pelan2 memegang gagang pintu rumah itu dan membukanya. Aku pun mencoba masuk untuk mencari tau tempat apa ini sebenernya.
Begitu pintu dibuka, aku melihat isi rumah itu. Dan ternyata dugaan ku benar, ternyata rumah ini adalah istana kerajaan. Dari jauh aku bisa melihat raja dan ratu sedang duduk di singgasana mereka. Pakaian mereka sangat indah. Lalu aku mencoba mendekati raja itu. Namun ketika aku mulai mendekati raja, aku dihadang oleh beberapa pengawal raja. Aku mencoba untuk melewatinya namun tidak bisa, mereka terlalu kuat.
Kemudian tiba2 aku mendengar suara keramaian dari luar pintu istana. Para pengawal raja lalu menuju ke pintu untuk melihat apa yang terjadi. Aku pun tertarik untuk melihat juga. Ketika pintu istana dibuka ternyata ada banyak rakyat kerajaan itu yang berkumpul di depan pintu istana. Mereka berteriak, histeris. Aku bingung kenapa mereka melakukan hal itu. Tak lama kemudian raja dan ratu keluar menuju ke arah kerumunan tersebut. Tapi aku melihat raja dan ratu membawa tas yang ukurannya cukup besar. Oh aku mengerti sekarang, raja dan ratu mau pergi tetapi rakyat tidak mau mereka pergi. Aku tidak tau apa alasan mereka pergi.
Di tengah keriuhan itu, tiba2 dibelakang raja aku melihat seorang gadis. Gadis yang sangat cantik. Aku terpana melihat gadis itu. Aku pun bertanya2 dalam hati siapa gerangan gadis cantik itu. Aku mencoba mendekati gadis itu. Tapi aku tidak bisa mendekatinya karena saat itu memang ramai sekali rakyat yang berjubel. Kemudian aku mendengar suara dari keramaian itu yang mengatakan, "jangan pergi putri". Oh aku tau! ternyata gadis itu adalah seorang putri raja. Tapi dia mau pergi kemana? Aku lalu ikut menahan kepergian keluarga kerajaan itu. Aku berteriak, mendorong2, untuk mencegah mereka pergi. Hanya ada satu hal yang ada dipikiranku: mendekati putri raja untuk mengenalnya lebih dekat. Di tengah usahaku untuk menahan kepergian keluarga kerajaan, tiba2 salah satu orang dari kerumunan itu memanggilku dan memberikan aku selembar kertas. Kemudian kulihat kertas itu dan tercantum nama seorang gadis. Aku berpikir itu pasti milik sang putri. Dan ternyata itu adalah tiket untuk meninggalkan kerajaan. Tanpa tiket itu, sang putri tidak bisa meninggalkan kerajaan.
Aku lalu melambai2kan kertas itu untuk menunjukkan kepada sang putri bahwa tiketnya ada di tanganku. Lalu aku pun diperbolehkan para pengawal untuk mendekati sang putri. Lalu sang putri mengajakku untuk masuk kembali ke dalam istana. Dia mengajakku untuk melihat isi istana, dia membawaku berkeliling istana. Aku benar2 takjub melihat kemegahan istana itu dari berbagai sudut. Sangat indah. Kemudian sang putri mengajakku ke kamarnya. Awalnya aku menolak, namun sang putri tetap memaksa ku. Aku akhirnya mengikuti ajakan sang putri. Kami pun tiba di dalam kamarnya. Tapi aku merasa takut karena aku sempat melihat ada pelayan istana didekat kamarnya. Aku takut diusir karena ada orang asing yang masuk ke kamar sang putri.
Di dalam kamar, sang putri menunjukkan isi kamar, yang menurutku sangat bagus. Kemudian sang putri mengajakku berkenalan. Agak aneh memang, kami berkenalan setelah berkeliling istana cukup lama. Akhirnya kami saling mengobrol dan menurutku sang putri benar2 orang yang sangat menarik. Aku suka sama sang putri. Dia mengajakku berfoto bersama, dia juga memberikan aku tanda tangan nya. Aku berpikir ini seperti khayalan, tapi ternyata ini benar. Aku seorang yang biasa, seorang asing, tetapi bisa mengenal dan dekat dengan sang putri. Aku merasa sangat beruntung bisa merasakan hal ini.
Di tengah kegembiraan yang aku rasakan, tiba2 seorang pelayan kerajaan masuk ke dalam kamar sang putri dan mendapati aku di dalam kamar itu. Pelayan itu terlihat marah mengetahui keberadaan aku disitu. Aku mencoba menjelaskan apa yang terjadi, tetapi dia tidak mau tau dan mengusir aku keluar dari kamar. Kemudian pelayan itu memanggil pengawal untuk mengusir aku dari istana. Aku pun keluar dari istana
dan akhirnya aku kehilangan momen membahagiakan bersama sang putri. Aku tidak tau apakah bisa kembali menemui sang putri atau tidak."
*random*235*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar